Selasa, 29 Oktober 2013

Crying indeed

now, i just wanna write a shit about crying. crying is the shedding of tears in response to anemotional state in humans. wikipedia bilangnya begitu, ya masak bohong. nangis itu bisa disebabkan macem-macem hal. mulai dari paling fundamental, bisa gara-gara sedih, bisa gara-gara seneng. kalau secara umum sih, nangis itu biasanya gara-gara sedih, gak dapet mainan misalnya, gak dapet makan misalnya, gak dapet ampunan misalnya. tapi kadangkala, nangis bisa juga gara-gara kalian gak tahan akan kebahagiaan yang tiba-tiba dateng disaat yang yang tak terduga atau disaat kalian memang benar-benar demikucing menginginkannya. nangis gara-gara sedih, itu biasa. suara nangisnya, temponya, artikulasinya, mimik wajahnya, hampir semua orang sama. nangis bahagia itu beda, tiap orang-orang punya tangis bahagia yang berbeda, buktikan sendiri. 

saya sendiri adalah orang yang jarang-jarang nangis. terakhir kali ada air mata yang keluar dari lacrimal apparatus saya terjadi didalam bus saat perjalanan pulang dari kampus ITB menuju ke Jatinangor. jenis nangis terakhir yang saya rasakan adalah gabungan antara nangis gara-gara sedih dan bahagia. tahu kenapa saya sedih, karena itu adalah perjalanan pulang dari tempat pengumuman peraih medali OSN2013 di Bandung, dan seperti yang sudah bisa kalian tebak, saya tidak dapet medali itu. Satu hal yang saya kejar (maybe) selama kurang lebih 5 tahun ini (SMP-SMA). nangis sedih juga karena kecewa sama diri sendiri, kenapa gak serius dan ngasih 100% waktu bimbingan, gak ngasih yang maksimal sama diri sendiri itu rasanya...(you can tell it to yourself, yourself right?). lalu kenapa nangis bahagia?

bahagia karena ngerasa kayak "ini toh akhirnya, hasilnya, garis finish dari yang selama ini aku perjuangin". bener-bener ini nih akhirnya, this is it. BISA JADI BAGIAN DARI 84 ANAK ASTRONOMI SMA TERBAIK DI INDONESIA itu suatu kebanggaan, kebahagiaan. apalagi inget perjuangannya dulu ikut OSN mulai dari SMP. mulai dulu cuman coba-coba, ikut bimbingan fisika, dapet guru pembimbing yang sabaaaar banget, gagal di seleksi fisika pas SMA, dan akhirnya pilihan jatuh di astronomi. dan bahagia yang paling dapet itu pas tahu orang tua kita bangga sama kita. apalagi kalau kalian lihat saat mereka denger apa yang kita raih sampai menangis bangga. percaya, itu bakal jadi salah satu most memorable moment di hidup kalian. itu bahagianya. sebenernya pengen bikin mereka bangga lagi dengan bawa medali buat oleh-oleh, tapi apa daya. yasudah lah, mungkin ini gara-gara pas malem tahun baru kemarin aku bikin tweet dan favorit kayak gini mungkin ya:
kalo misalnya setelah kata nasional itu bukan titik-titik, tapi -medali- gitu mungkin ceritanya bakal beda hahaa. oke, habis.

NB: kalo nangis yang kayak gini namanya nangis apa ya? nangis sedih-bahagia-frustasi-geregetan gitu?
keep #CMIIW






Texting testing

Not that my friend isn't completely awesome or that we wouldn't be the perfect couple in another life. It's just not meant to be right now. But the fact that they can be friends with someone of the opposite sex proves how great they are. Don't worry, though... if you two hook up, you won't have to worry about me hanging around all the time. Seriously, i'll be cool about it. So, just give me the word and i'll slide on outta here and let you do your thing.
"sometimes, the best way to stay close to someone you love is by being JUST A FRIEND" someone tells me. "keep telling yourself it's better than nothing, and one day you might get some" someone keep telling me.


"i'm fine with being just friends. as long as i can seduce you when we're drunk" - teenth with A in the first letter.