Saat kita membaca buku, ada kalanya kita merasa cukup untuk membaca. Bukan mengakhiri, tapi hanya membatasi satu halaman, dimana kita berhenti, dengan pembatas buku. Bukan karena kita ingin benar-benar ingin berhenti membaca buku tersebut, tetapi karena akan terasa hambar dan menjemukan jika kita melanjutkan membacanya. Ada kalanya kita berhenti di satu titik bukan untuk benar-benar berhenti, tetapi untuk memberi waktu jeda agar segala sesuatu tidak terlalu menjemukan, bahkan memuakkan. Berhenti tidak selalu berarti kita ingin mengakhiri, ada kalanya berhenti itu berarti kita memberi waktu untuk mengambil nafas sejenak dan menyadari apa yg sebenarnya sedang terjadi. Setelah itu, barulah putuskan mau lanjut membaca dan mengakhiri cerita yg ada di buku itu, atau sudah merasa cukup berhenti di satu halaman itu karena merasa halaman-halaman selanjutnya tak akan lebih baik dari halaman dimana kalian berhenti sekarang.
Kalau memang mau melanjutkan, kalian tidak perlu bingung mau mulai darimana karena ada pembatas buku yang siap menunjukkan di halaman mana kalian berhenti. Setidaknya kalian tidak akan bingung untuk memulai.
Tapi terkadang memang ada buku yang diciptakan tidak untuk dibaca hingga akhir. Buku-buku itu diciptakan hanya untuk dibaca, bukan untuk diakhiri, jadi kalian hanya perlu menyiapkan pembatas dan tentukan di halaman mana kalian ingin berhenti. Karena di buku itu, seperti yang aku bilang, halaman-halaman selanjutnya tidak akan pernah lebih baik dari halaman dimana kalian ingin berhenti sekarang. and, i just realize it. i did it
ps: kata orang, ada baiknya kita hanya membaca satu buku selama hidup kita, tapi siapa yg mau melewatkan berbagai cerita di buku-buku lain? oiya,sebenernya aku orang yg males baca, lebih suka dibacain.