Hari ini aku lagi pusing. Mikirin
PR, makalah, presentasi, dan tugas-tugas sekolah lainnya. Aku pikir tugas-tugas
itu lama kelamaan jadi banyak banget dan numpuk. Mungkin nantinya, paper-paper
tugasku yang bakal menuhin kamar kos 2x3 meterku sampai setinggi lutut kalau
sebulan aja gak dikerjain sama sekali.
Dan aku berpikir, tiap hari manusia
itu selalu dihadapkan pada masalah. Seperti apa yang dikatakan Pak Saiful,
bapak kost aku, bahwa “Hidup itu Masalah”. Tiap hari, sejak lahir sampai mau
mati pun, selalu ada masalah dalam kehidupan manusia. Manusia hidup itu
masalah.
Seperti aku misalnya, seorang
pelajar SMA, tiap hari selalu dihadapkan pada permasalahan yang berhubungan
dengan tugas-tugas sekolah. Tapi coba kalian pikir, kenapa guru-guru kita
selalu memberi masalah berupa tugas sekolah kepada kita? Kenapa? Apa mereka gak
pernah berpikir kalo otak kita sudah hampir kram menghadapi tugas-tugas yang
demi kucing, gak ada abisnya tersebut ?!
Alasan mereka memberi tugas kepada
kita cuman satu, supaya kita maju. Supaya kita bisa berkembang dan agar kita
tidak berjalan ditempat. Aku yakin kalian tahu apa maksudku kan?
Dengan adanya masalah berupa tugas
tersebut, kita bisa berkembang menjadi lebih baik. Dari masalah tersebut, kita
bisa belajar. Study from the Problem, itu pointnya!
“Guru memberi tugas, kita
mengerjakan, kita belajar, kita berkembang, kita sukses, kita senang, guru juga
senang”
Semua analogi itu, berlaku juga
untuk hidup kita.Tuhan senantiasa memberi masalah dalam hidup kita supaya kita
belajar. Mulai dari bayi, kita sudah punya masalah. Gak percaya, kalian akan
percaya haha.
Waktu masih bayi, kalian pasti
masih bergantung sepenuhnya pada orang tua kalian kan? Mau minta ke dapur nyari kulkas, mesti nangis
dulu baru digendong ke tempat tujuan. Kalau haus dan pengen minum, kita mesti
nangis dulu baru dikasih minum susu. Kalau laper pengen makan juga pasti nangis
dulu baru dikasih bubur atau biskuit. Nah, ini masalah. Kita gak bisa selamanya
kayak gitu, selalu bergantung pada orang lain.
Dan karena masalah inilah, kita bakal belajar untuk berdiri sendiri dan
menjadi mandiri pada akhirnya. Kita bakal belajar berjalan biar gak perlu
digendong buat keman-mana. Kita bakalan belajar ngomong buat ngasih tahu orang
sekitar kita apa yang kita rasakan. That’s it, kita belajar, kita berkembang!
Jadi buat kalian yang lagi ada
masalah dan jadi down karenanya, ayolah, demi kucing itu gak perlu banget.
Kalian gak boleh jadi down karena masalah di hidup kalian. See, kita bisa jadi
seperti keadaan kita sekarang ini juga karena masalah. Bayangin aja kalo kita
gak punya masalah apapun sejak masih bayi. Mungkin saat ini kita masih glesotan
di tanah dan gak bisa berkomunikasi kayak gini. Manusia berkembang karena ada
masalah.
Peneliti nemuin hal-hal canggih dan
mutakhir juga berawal dari masalah. Segala kemudahan yang kita nikmati
sekarang, berawal dari masalah. Coba bayangin kalo dulu Thomas Edison diem aja
dan gak punya niat buat nyelesein masalah penerangan yang cuman mengandalkan
sumber api? Mungkin aja sekarang kita masih hidup dengan bawa kayu bakar
kemana-mana.
Nah, ini berarti, masalah itu
senantiasa membawa kita kepada kemudahan di kemudian hari. Jadi sekali lagi,
bagi kalian yang lagi baca ini dan mungkin sedang menghadapi masalah, jangan
pernah takut untuk menghadapinya.
Jangan pernah down apalagi menyerah dalam
menghadapinya, karena masalah itu akan membuat kita belajar, berkembang, dan membawa
kemudahan nantinya. Tapi itu semua tergantung bagaimana kalian menghadapi dan
menjalaninya. Jika kalian menghadapinya dengan rasa pesimis dan gak percaya
diri dulu, siap-siap aja deh jadi orang paling menyesal di dunia karena gak
pernah manfaatin kesempatan buat belajar dari masalah. Tapi jika kalian
menghadapinya dengan tenang dan optimis, heheh siap-siap aja jadi manusia
paling bersyukur di dunia karena Tuhan telah memberi masalah untuk mendewasakan
kita dengan cara terbaiknya.




