Senin, 29 Agustus 2011

This is Lebaran! Reflex and Relax ur Mind...

This is lebaran! yaah, lebaran...saat dimana kita bersuka cita menyambut hari kemenangan. Saat dimana kita harus tersenyum dan (harusnya) menangis. Merujuk pada 'pitutur' pak kyai saat saya sholat tarawih di masjid Baitul Qodir Plangitan, Pati...bahwa manusia itu hidup untuk mencari kesusahan. "Wong urip iku luru rekoso". Contoh gokil dari pak kyai; 1.sudah enak2 kita didalam perut ibu kita, penuh buaian dan kasih sayang dan tak perlu ngapa2in, FREE!! Ingat, bayi itu tanpa dosa. Saat berada di perut ibu kita..kita suci tanpa dosa dunia.Tapi jahatnya,Eeeehh..malah dikeluarin, pake ibunya kesakitan pula, parahnya lagi...semuanya malah ketawa. Bayi yang suci itu pun menangis, karena dunia luar itu penuh dengan dosa, makanya ia segera didengerin adzan dan iqomah di kedua telinganya. Hhh..=,="

Jika dilihat dari sudut pandang seperti itu, (seharusnya) kita bahagia saat berpuasa. Kita memang "rekoso", tapi memang itulah hakikat kita sebagai manusia. Manusia jika ingin bahagia di kehidupan nanti, harus mau susah.Toh, dengan bersusah-susah itu (*dengan ikhlas pastinya), dosa kita terampuni kan?!.. Dan, saat puasa berakhir kita mestinya sedih, bukannya malah bersenang-senang takbiran. Kita kehabisan kesempatan untuk menghapus dosa. Eh iya, tapi ada orang bilang bahwa saat Idul Fitri kita akan kembali ke fitrah, suci seperti bayi yang baru lahir tadi. Tapi masalahnya, itu terjadi jika puasa kita benar2 sah dan diterima. Memang, sepanjang bulan Ramadhan, bulan penuh maghfiroh..dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT. Tapi yakinkah anda bahwa puasa anda sah dimata Allah??
Jika puasa hanya menahan nafsu untuk makan minum saja sih, banyak yang sah. Tapi, puasa tidak hanya itu...kita (seharusnya) mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kelima panca indera kita dari perbuatan yang tak terpuji. Mulut contohnya, yakinkah anda telah menjaga mulut anda dengan benar?? Tidak mengumpat, berkata kasar, dan yang paling rawan membicarakan orang lain tentang kejelekannya (Ghibah, Gosip, dsb).

Saya rasa kita semua masih dan akan terus butuh untuk memperbaiki kualitas puasa kita, mari kita jadikan momen lebaran ini tidak hanya sebagai momen bersenang2 dan bersilaturahmi dengan keluarga...tapi juga sebagai ajang Refleksi diri kita. Untuk bercermin, sudah berkualitaskah puasa saya??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar