Lama banget aku gak pernah post di blog. Sampai-sampai hampir lupa password blog sendiri *heheh -,-. Oke, kali ini aku mau ngomongin tentang maksud dari kata-kata di profil ku. Itu tuh yang ada di sidebar sebelah kanan. Bisa liat kan?
SUNDAY WRITER
Nah, disitu aku menyebut diriku sebagai “Sunday Writer”. Kalian tahu gak apa itu “Sunday Writer”? Bukan, artinya bukan orang yang cuman bisa nulis kata “Sunday” doang, bukan!
Okeh, sebenarnya akulah yang buat sendiri istilah “Sunday Writer” itu. Artinya adalah “Penulis Hari Minggu”. Bukan, maksudnya bukan Penulis yang cuman bisa nulis “Hari Minggu” di sepanjang 300an halaman novelnya, bukan!
“Sunday Writer” adalah istilah yang aku pakai untuk menyebut Penulis yang kebanyakan menulis di hari minggu. Maksudnya begini, sebagai pelajar, aku merasa kesulitan mendapat ide nulis saat hari sekolah. Gimana mau ‘get inspired’ kalo kita dijejali tugas dan paper yang menunggu untuk dikerjakan. Mikir tugas dan ulangan saja sudah bikin otak kita overloaded. Tapi, beda jika hari yang kita hadapai adalah hari minggu atau weekend. Pikiran rasanya ringan banget, seperti kita bisa mendapat inspirasi dengan mudahnya hanya dengan melihat abang-abang tukang becak mangkal dipertigaan. It’s easy to get inspired, right?!
Dan aku yakin, banyak dari blogger-blogger remaja yang tingkat produktivitas menulisnya lebih tinggi saat weekend khususnya hari minggu. Setidaknya pada saat hari minggu kita pasti mendapat inspirasi dan ide buat menulis lah. Ini berdasarkan pengalaman aku sendiri. Aku yang memang sejak SMP suka nulis *walaupun kebanyakan gak aku publikasikan haha* sudah merasakan gimana besarnya pengaruh “The Sunday Power” pada kemampuanku mendapatkan inspirasi untuk menulis. It’s rockin’ me!
Saat memasuki weekend, saat semua anak kost pulang kerumah dan meninggalkan kesuwungan mereka, aku tak pernah jauh-jauh dari laptop. Jadi gini, saat sabtu malam *ingat, sabtu malam* aku biasanya sudah standby dengan laptop dan secangkir kopi dimeja. Menunggu setetes demi setetes inspirasi memenuhi otakku.
Dan mulailah aku menulis, dan bener, menulis di sabtu malam itu rasanya enjoy banget. Gak bakal ada pikiran yang nyangkut-nyangkut ke tugas, ulangan, pokoknya yang berbau pelajaran. Kecuali ada guru yang tega ngasih tugas bikin makalah plus presentasi pas weekend dan senin pagi harus dikumpulin. Itu cara paling ampuh buat ngebunuh inspirasi seketika itu juga.
Jadi gimana? Ada yang tertarik jadi The Sunday Writer juga?
@IRNOTAFATBOYFAN
Itu nama akun twitter aku. Follow ya...haha!
Nah, kalian pasti berpikir gini ‘nama macam apa itu?’ atau gini ‘panjang banget kaya bulu ketek kuda...’. itu terserah kalian, terserah!
Yang aku mau jelasin adalah arti dari nama IRNOTAFATBOYFAN. Nama itu sebenarnya adalah penggabungan dari namaku Irfan yang aku taruh dibagian depan dan belakang,* bisa liat sendiri kan?* dan physic personality aku, yaitu ‘not a fat boy’ yang aku taruh ditengah sebagai nama tengah (?). Yaa...dari dulu aku memang gak pernah ngerasain jadi Fat Boy. Aku cuman anak laki-laki yang memiliki lebar dan tebal tubuh tak lebih dari sepotong lidi. Jadi kalau aku lewat dikeramaian, banyak orang bakal bilang seperti ini “Itu kenapa ada papan triplek bisa jalan gitu ya??” atau gini “Mas, korban kelaparan Somalia ya?”. #Jleb #Jleb #Jleb
Entah bagaimana, sehingga akhirnya aku ditakdirkan buat jadi ‘notafatboy’ seperti ini. Padahal pola makan juga normal-normal aja, test infeksi cacing juga negatif, dikasih mi-cash cuma-cuma juga mau kok haha *yang belum tau miCash, googling!*. Mungkin aku memang ditakdirkan untuk menerima keadaan bertubuh ‘tipis’ ini. Jadi kadang aku sering marah sendiri pas ngeliat boyband Hitz perform. Kalian tahulah pasti kebiasaan Hitz kalo perform, pasti ditengah-tengah lagunya mereka bakal buka baju dan pamer ke-atletis-an tubuhnya. Ayolah, demi kucing, aku juga bisa liaatt!! Gak usah dipamerin kenapa?!! Gak kasihan sama aku!!?
So, jadi personel HITZ, #NotMyJob

Tidak ada komentar:
Posting Komentar