Senin, 25 Juli 2016

it's okay to set your playlist with a sad song

Aku lagi mikir, gimana sebuah lagu bisa jadi tempat seseorang menyimpan memori. Kalian sadar ngga, waktu pertama kali kalian denger lagu, secara sadar ataupun tidak, kalian akan merekam ‘feel’ kalian saat itu. Baik itu suasana tempat lagu itu diputar, dengan siapa kalian saat itu, atau bahkan suasana hati kalian. Coba deh inget2 lagi salah satu lagu favorit kalian, kebayang nggak dulu waktu lagu itu diputer kalian pernah ada dimana, sama siapa, dan kaya apa rasanya. Kira2 kaya gitu penjelasannya. Ada ngga lagu yang bisa bikin kalian nyimpen memori didalam lirik2nya?

Tapi bagian yg kampret itu saat memori yang kalian simpan didalam lagu itu berubah. Dari yg awalnya memori yg enak banget buat dibuka-buka lagi, didengerin berulang2, sampe jadi memori yg buat ngebukanya aja kita males. Yaudah, jangan salahin lagunya, mungkin ada yang salah dengan kalian. Atau kalian cuman cukup ganti memori yang ada dilagu itu dengan memori yang lain. Susah? Emang. Kadang satu lagu emang cuman cukup buat nyimpen satu memori dan gak bisa diganti lagi. Mau gimana lagi, ngga selamanya memori buruk itu ngga baik kan?

Oiya, aku sering gonta-ganti playlist dan memutarnya secara acak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar