Selasa, 14 Februari 2012

Valentine, Kopi, dan Grammy

 
Saat aku menulis ini, aku lagi mantengin TV, nonton Grammy Award. Ditemani semangkuk mie kare dan secangkir kopi. Paul McCartney sedang menyanyikan lagu “My Valentine” di Grammy Award. Bersama iringan band saxonya, ia bernyanyi sendiri. Tak seperti biasanya, ia tak bersama gitarnya. Dan aku, masih meneguk sedikit demi sedikit secangkir kopi panas di depan TV, melotot dengan kantung mata kemana-mana. Aku masih terbangun sampai pergantian hari. Dan aku sadar, ini valentine, hari valentine. Di dini hari valentine ini, aku menulis...

Sebenarnya tak ada yang perlu ditulis oleh fakir-asmara-tapi-bukan-pengemis-cinta seperti saya.
it’s doesn’t matter, right?! 
Tapi, tapi..aku punya secuil hal yang perlu aku share and ware dengan kalian. It’s just about valentine, just valentine *aku ulangi* valentine!

Sejak memasuki bulan Februari, orang-orang sibuk ngomongin valentine. Ada apa dengan valentine? Kenapa menjadi sangat istimewa, terutama dikalangan remaja? Kenapa?

Saat valentine, perilaku manusia *khususnya remaja* jadi mudah berubah. Mereka yang dulunya Galau’ers akut, sekarang sering update stat atau twit yang bernuansa indaaaahh. Waktu aku baca stat atau twit mereka, aku serasa terbang ke sebuah taman impian dimana rumputnya hijau membentang dengan bunga-bunga berterbangan disana-sini dengan si empunya stat berlari anggun setengah terbang dengan gerakan slow motion. Saat ia berlari slow motion, rambutnya kemana-mana...

Saat valentine, banyak dari para remaja labil menjadi lebih konsumtif! Ada yang mau beli coklat lah, boneka lah, bunga lah, buku paket matematika mahal terbitan luar negeri  lah *yang itu, bohong!*

Mereka tiba-tiba jadi makin perhatian sama pasangannya *yg couple*, makin sering ngehubungin pasangannya *yg LDR*, dan makin sering gigitin kukukakinya sendiri *yg jomblongenes*
It’s the power of valentine, right?!

Sekarang di Grammy Award, bukan Opa McCartney lagi yang eksis. Gantian Taylor Swift yang nyanyiin ‘Mean’ nya pake kostum petani amrik yang lagi ngamen. Dan aku, aku masih meneguk sedikit demi sedikit secangkir kopi panas yang kini tinggal setengahnya..

Dan sebenarnya ada banyak sekali kontroversi yang terjadi saat valentine. Terutama *bukan* buat aku. Aku bisa mengasumsikan, yang couple, pasti budget nya menipis gara-gara beli hadiah dan ngerayain valentine bareng pasangan. Yang LDR, budgetnya juga menipis, buat bayar billing warnet atau bayar paket kiriman barang buat ngirim hadiah valentine buat pasangannya. Nah, buat jomblongenes, ada anomali. Bisa aku asumsikan kalau budget mereka pasti nambah, seiring dengan meningkatnya omzet penjualan coklat dan bunga yang mereka jajakan di pinggir jalan. Hina.
Dan aku, apa yang aku lakuin? Nothing

Sekarang di Grammy Award, aku malah makin bingung, setelah McCartney nyanyi gak pake gitar, Taylor Swift yang jadi petani ngamen, sekarang malah ada manusia-berkepala-tikus jadi DJ ‘ajep-ajep’. Nama panggungnya sih “deadmau5”. Tapi kalo menurut aku, lebih pantas “Mickey Mouse Kejang”.
Sebenarnya, aku gak tahu dan gak mau tahu urusan apa yang dilakukan para couple saat valentine. Tapi, tetap saja itu mengundang untuk dicari tahu, haha..

Pas SMP, aku penah menemukan cerita-saat-hari-valentine...
Jadi saat itu, aku bersama temanku, sebut aja namanya Jono. Jono ini lagi naksir banget sama adik kelasnya, sebut aja namanya Inem. 

Pagi hari dikelas, aku sedang sibuk ngerjain PR yang lupa aku kerjain malemnya gara-gara kebanyakan main Harvest Moon. Tiba-tiba Jono muncul dengan efek asap dan bunga terbang kemana-mana. Raut mukanya sumringah, hatinya berbunga-bunga. 
Aku tanya sama temennya, “Jono kenapa?”.
Temennya bilang, “Dia abis nembak si Inem...”
“Terus, diterima?” aku nanya lagi.
“ya iyalah..mana ada orang ditolak malah girang gitu?!” dia jawab, dongkol.
Waktu istirahat, dikantin aku ngobrol sama Jono..
“Selamat ya, Jon” kataku sambil ngulurin tangan.
“eh, udah tau ya?
“Apa sih yang nggak aku tau dari kamu, sob” kata ku sambil menepuk pundaknya.
Dia cuma tersenyum.
“Kalo gitu, aku mie ayam sama es jeruk satu ya! Mbak-mbaknya ada sebelah sana tuh..” aku bergegas meninggalkan kantin
“Maksudnya?” kata dia bloon.
“PJ!” kata ku tegas.

Dia hanya melihat dompetnya dan kemudian menatapku.
Dan aku, cepat-cepat berlalu sebelum ada sepatu yang terlontar layaknya shotgun ke kepalaku.
Jono orangnya agak romantis dan agak ‘gimana’. Jadi waktu valentine, dia mau bikin kejutan buat pacarnya. Dan ceritanya, dia ini mau bikin kejutan buat si Inem. Dia nyelipin bunga dan surat yang disebutnya “surat cinta” di tasnya Inem.

Awalnya semuanya berjalan lancar. Rencananya adalah, setelah bunga dan surat dari Jono diselipin di tasnya, Inem akan nemuin barang itu. Kemudian ia akan berbunga-bunga, nangis bahagia, berlari mencari Jono, dan…romantic scene! Sempurna!

Tapi, saat aku kebetulan pulan sekolah sendiri, dijalan aku ketemu Inem. Ia lagi sibuk benahin tasnya. Aku, sembunyi dan mengamati dibalik tembok, berharap momen romantic scenenya segera terjadi. Tapi, ada yang aneh..ini kenapa tasnya Inem besar dan terkesan penuh banget gitu?

Ternyata didalam tas Inem banyak terkumpul bunga, coklat, dan surat-surat dari teman-temannya. Yang secara kualitas dan kuantitas, jauh diatas punyanya Jono. Yaaa, Inem memang primadona kelas waktu aku SMP. Dan sadisnya, karena keberatan dengan barang bawaan tas yang melebihi kapasitasnya, Inem malah bagi-bagiin bungan dan coklat itu keanak-anak dipinggir jalan. Aku ngeliat bunganya Jono diberikan gitu aja keanak kecil, beserta surat didalamnya. Gak kebaca sama Inem. Nista.

Aku sebagai sahabatnya Jono, gak tega. Mungkin emang bener, kita memang gak perlu ngerayain valentine. Hari kasih sayang itu seharusnya menjadi setiap hari di hidup kita. Kalo cuma satu hari kan repot, kayak kasusnya Inem. Dapat banyak bingkisan sehari sekaligus. Kan bisa lebih baik jika hari kasih sayang itu dirayain tiap hari, jadi Inem bias dapat bingkisan terus setiap harinya. Dan Jono pun, punya kesempatan agar suratnya terbaca. Ntar, ujung-ujungnya, aku kebagian silverqu**n nya. Haha

Untuk Jono, mungkin inilah saatnya kamu belajar untuk mengerti perbedaan dari apa yang kamu inginkan, dan apa yang kamu butuhkan…*emm, apa?!

Sebenarnya, sebagai muslim kita tak perlu ikut-ikutan orang luar buat ngerayain valentine. Itu gak bener, gak bener! *aku ulangi* gak bener! Bagi muslim, setiap hari adalah hari kasih sayang, dimana kita berbagi kasih dengan sesame makhluk ciptaan-Nya. Shupperr sekali…

Dan sekarang di Grammy Award, setelah penghargaan BestAlbum diserahkan pada Adele dengan “21” nya, aku kembali melihat McCartney nyanyi, 3 lagu. Tapi pake piano, ya, ia main piano klasik berwarna hitam. Dan akhirnya pada ujung lagunya, kalau gak salah “The End”  ia berdiri dan menyambar gitarnya. Ia main gitar lagi! Dan yang lebih amazing lagi, ia main gitar bareng lima gitarist! Itu keren, keren! Akhirnya ia mengakhiri penampilannya dengan teriakan melengking sambil mengangkat tangannya, memperlihatkan keteknya yang basah berkeringat. Duh! Akhir yang tragis *tepuk jidat*

Kopi ku habis, acara Grammy Award nya habis, nulis postingannya juga habis *gak punya ide nulis lg*, TIDUR…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar