Oke, kita lanjut ke pembicara ketiga. Namanya Mas Aji Baskoro, seorang wartawan Metro TV. Dan menurutku, sesi pembicara ke-3 inilah sebenarnya inti dari journalist camp ini. Pinter banget panitianya, bikin susunan acara..trus acara yang paling ditunggu-tunggu ditaruh akhir-akhir, setelah ishoma tepatnya. Dan aku, aku melewatkan setengah bagian *atau lebih* dari sesi ini. Setelah ishoma yang jadwalnya jam 11.30-12.30, aku balik ke gedung Kridangga sekitar pukul...pukul 14.00 -___-
Molornya keren minta ampun. 90menit!
Maklum aja aku ngilang 90menit, setelah ishoma kan aku pergi ke Catalan buat memperkuat panji Barcelona yang bertanding melawan Utah Jazz di Staples Center *bohong akut*
Gak, aku gak pergi ke Catalan kok *gak juga ke Staples Center*..waktu 90menit itu aku gunain buat ikut mentoring di musholla...
Tapi, telat tetaplah telat...saat aku masuk Kridangga lagi, keadaan sudah berubah, pembicaranya berubah, jumlah pesertanya berubah *lebih sedikit*, susunan kursinya pun berubah *dari lurus persegi, jadi memutar setengah lingkaran*, muka-muka pesertanya pun berubah *jadi kayak siswa-siswa “High School Musical” #bohong!” aku melongo dipojok Kridangga...
“Ya Mas, Silahkan masuk...” tiba-tiba suara dari Mas Aji membangunkan lamunanku..aku masuk lagi jadi “peserta workshop”...
Jadi mas Aji ini ceritanya share-teach-and-build ke peserta workshop. Mas Aji ini memberi kita penjelasan tentang bagaimana sih bikin Media Sekolah yang baik? Gimana sih cara bikin menejemen dan format media yang baik?. Dan saya sadar, ini yang sebenarnya kita butuhkan...
Disekolah, kita punya Radio dan Majalah Castra, tapi peran dan ke-eksis-an nya masih dirasakan kurang. Contoh nih, siswa SMA sendiri aja banyak yang gak tau frekuensi siaran Radio Castra. Majalah Castra pun terbitnya cuma 1 sampe 2 kali setahun. Nah, Mas Aji ini ngajarin kita gimana cara menyusun, mebuat, dan memperbaiki Media Sekolah dengan baik dan benar... *So, mari kita perbaiki~ \m/
Pas aku masuk, Mas Aji sedang ngejelasin tentang perbedaan dan hubungan antara media Radio dan media Majalah. Setidaknya, itu yang aku tangkep *kalo salah, yaa maap*. Jadi nih ya, intinya dia itu menyampaikan bahwa Media di Sekolah itu harus terintegrasi, gak berjalan sendiri-sendiri. Pada hakikatnya kan tujuan Radio dan Majalah Castra itu sama. Maka, dalam menyampaikan wacananya, antara kedua Media ini harus terjadi komunikasi. Misalkan nih, Radio Castra ingin meng-on air-kan berita up to date yang diulas di Majalah Castra, maka diantara kedua Media ini harus ada komunikasi. Jangan sampai Radio Castra terkesan asal comot dalam menyampaikan berita, layaknya baca berita tapi sebenarnya cuman baca dari Majalah Castra, kita baca sendiri juga bisa!
Intinya, jika Radio Castra ingin menyampaikan berita uptodate yang udah dimuat di Majalah, sebaiknya tidak seratus persen baca dari majalah, tambahkan beberapa point yang tidak diulas di majalah, supaya pendengar tidak bosen mendengar berita yang sama berkali-kali. So, intinya itu...diantara Radio dan Majalah Castra itu mesti terjadi komunikasi dan saling koordinasi dalam menjalankan tugasnya sebagai Media Sekolah
Dan ini nih yang penting, siaran di radio itu perlu script! Atau setidaknya konseplah. So, saat siaran..penyiar itu mesti pegang script, agar bicaranya terkonsep dan urut teratur tanpa blank sedikitpun. Salahnya, di SMA kita penyiar-penyiarnya gak pernah bikin script, mereka cuman siaran dengan membuat catatan point-point utama hal yang akan diomongin. Nah, bikin script inipun beda dengan bikin karangan narasi. Transliterasi dari bahasa tulisan di majalah dan bahasa lisan di radio wajib di lakukan. Tau kan, kayak kalo kita nulis tanda baca koma itu diganti slice satu kali ( / ) kalo tanda baca titik, slice dua kali ( // ). Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara menyampaikan berita lewat majalah dan menyampaikan berita lewat radio. Jadi, ya seperti itu...*peserta manggut-manggut
Lanjut, kemudian Mas Aji tiba-tiba bertanya: “Menurut kalian, apa sih organisasi itu?”
Para peserta *selain aku* pun banyak yang ngungkapin pandangannya tentang organisasi secara panjang lebar. Ada yang bilang kalo... “organisasi itu adalah kumpulan orang atau komunitas dengan bagian-bagian tertentu dan tiap anggota di bagian tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam mencapai satu tujuan” dan ada juga yang bilang kalo... “organisasi itu...” *udahlah, di skip aja, aku males ngetik dan nginget2 perkataan banyak orang*
Setelah banyak dari peserta *sekali lagi, selain aku* menyampaikan pandangannya secara panjang lagi lebar, Mas Aji Cuma bilang...
“Organisasi adalah...ya tubuh kita ini”
hhaa, sekelumit kalimat itu sudah merangkum semua pandangan yang disampaikan banyak peserta secara panjang lagi lebar *untung, bukan termasuk aku*
kemudian dia juga ngejelasin kalo...
dalam organisasi itu ada empat hal, yaitu:
1. Pengembangan SDM
2. Produksi
3. Fund Rising
4. dan, Jaringan
baiklah, mari kita jelaskan semuanya~ \TT/
Yang pertama adalah, dalam organisasi mesti ada Pengembangan SDM, ini layaknya proses pembaruan sel pada tubuh kita. Intinya, di organisasi itu harus terjadi kederisasi. Atau bahasa gampangnya, Siapa yang harus menggantikan peran anggota organisasi yang sudah “pensiun” kelak. Harus ada anggota-anggota baru organisasi tiap ganti periode. Masalahnya di Media Sekolah kita, hal ini tidak terbangun dengan baik. Proses kaderisasi ini tidak berjalan baik karena proses “transfer ilmu” antar periodenya tidak berjalan optimal. Visi dan Misi anggota organisasi tidak bisa diwariskan secara optimal kepada calon2 anggota baru. Hal ini mungkin bisa dimaklumi karena “masa kerja” pengurus Media Sekolah cuman 2 sampai 3 tahun, padahal dalam membuat visi misi ataupun rencana jangka panjang, umumnya memiliki tenggat waktu sampe 5 tahun. Gak lucu kan kalo kita di SMA mulu selama 5 tahun cuman buat ngurusin majalah atau radio? Suatu saat, pengurus organisasi harus meluruhkan seluruh tanggung jawab, tugas, dan visi misinya kepada anggota baru. Dan, disini letak masalahnya... =.=a
Majalah Castra nih contohnya. Lewat wawancara lintas Pimred, aku baru tahu kalo majalah Castra ini mengalami pasang surut disetiap periodenya. Pas periode 2008 baik, periode 2009 bisa dibilang kurang baik, terus waktu periode 2010 baik lagi, terus entah yang periode 2011/2012 ini *hope’ll be better and better*...
Menurut pandangan peserta yang berasal dari redaksi Castra.. naik turunnya tingkat ke-eksis-an majalah Castra ini disebabkan oleh beberapa faktor:
Yang pertama adalah tingkat kemampuan kader-kader tiap tahunnya yang berbeda, terus jam kerja yang terbentur dengan jam sekolah, juga yang menjadi masalah klasik, DANA...
Sebenarnya sih ya , menurut saya...semua itu masih bisa diatasi. Misalnya dengan membuat majalah Castra Online mungkin...kan, kita nggak perlu lagi dana buat promosi. Tinggal bikin aja tautan lewat facebook atau blog siswa yang udah eksis. Pasti seluruh Pati bahkan Indonesia bisa tahu kan?
Terus, dengan dibuatnya Castra Online, para siswa secara umum bisa mengirim karyanya dengan mudah. Toh, sekarang teknologi di SMA 1 mendukung sekali kan? Kita udah tinggal ngetik karya trus upload gratis pake wifi, gratiiiss !!
Jika terjadi koordinasi yang baik dan rapi dari Redaksi Castra, siswa satu SMA mungkin bisa dengan mudah mengupload karya-karya mereka, redaksi tinggal pilih, mana karya yang bagus, nanti di terbitkan...
Dengan cara ini, masalah tingkat kemampuan kader yang tiap tahunnya berbeda akan bisa diatasi. Karena, tim kreatif dan pengisi majalah ini nantinya akan berasal dari seluruh siswa. Mereka punya peran yang sama dalam membangun Media ini. Gak mungkin kan dari sekian banyak siswa SMA 1 Pati kok gak ada yang karyanya bagus dan extraordinary??! Pasti Ada! Ada!
Dari Siswa, Oleh Siswa, Untuk Siswa..
*kalo boleh menghayal nih ya, nanti kalo majalah kita go online...terus dilihat dan dilike banyak orang, mulai dapat followers, terus ada yang berminat mensponsori dan masang iklan disana...kita kan dapat dana, dananya bisa kita gunain buat bayar biaya produksi percetakan, kita bisa mandiri, tidak bergantung 100% pada dana dari sekolah...
Tapi, kalo semuanya berjalan sesuai khayalan aku, beeehhh..enak aja! Aku juga bisa aja bikin blog, posting2 artikel sendiri, dapet uang, nyetak jadi majalah harian full colour, dapat uang lagi berlipat-lipat *sampe susah buka lipatannya*, dan finally....KAYA!
Semua itu butuh perjuangan, woi! Tapi aku yakin jika semuanya diiringi dengan niat dan tekad yang sungguh-sungguh juga dukungan yang optimal dari sekolah, kita bisa kok,BISA!
---:>>>to be continued lagi ke “Ikut Journalist Camp=From Zorro to Hello! (03)”__ hhh,soalnya banyak banget ilmu yang saya dapat, yang pengen saya SHARE AND WARE kepada orang banyak yang nggak bisa ikut acara ini..
Ciao!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar