This is lebaran! yaah, lebaran...saat dimana kita bersuka cita menyambut hari kemenangan. Saat dimana kita harus tersenyum dan (harusnya) menangis. Merujuk pada 'pitutur' pak kyai saat saya sholat tarawih di masjid Baitul Qodir Plangitan, Pati...bahwa manusia itu hidup untuk mencari kesusahan. "Wong urip iku luru rekoso". Contoh gokil dari pak kyai; 1.sudah enak2 kita didalam perut ibu kita, penuh buaian dan kasih sayang dan tak perlu ngapa2in, FREE!! Ingat, bayi itu tanpa dosa. Saat berada di perut ibu kita..kita suci tanpa dosa dunia.Tapi jahatnya,Eeeehh..malah dikeluarin, pake ibunya kesakitan pula, parahnya lagi...semuanya malah ketawa. Bayi yang suci itu pun menangis, karena dunia luar itu penuh dengan dosa, makanya ia segera didengerin adzan dan iqomah di kedua telinganya. Hhh..=,="
Jika dilihat dari sudut pandang seperti itu, (seharusnya) kita bahagia saat berpuasa. Kita memang "rekoso", tapi memang itulah hakikat kita sebagai manusia. Manusia jika ingin bahagia di kehidupan nanti, harus mau susah.Toh, dengan bersusah-susah itu (*dengan ikhlas pastinya), dosa kita terampuni kan?!.. Dan, saat puasa berakhir kita mestinya sedih, bukannya malah bersenang-senang takbiran. Kita kehabisan kesempatan untuk menghapus dosa. Eh iya, tapi ada orang bilang bahwa saat Idul Fitri kita akan kembali ke fitrah, suci seperti bayi yang baru lahir tadi. Tapi masalahnya, itu terjadi jika puasa kita benar2 sah dan diterima. Memang, sepanjang bulan Ramadhan, bulan penuh maghfiroh..dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT. Tapi yakinkah anda bahwa puasa anda sah dimata Allah??
Jika puasa hanya menahan nafsu untuk makan minum saja sih, banyak yang sah. Tapi, puasa tidak hanya itu...kita (seharusnya) mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kelima panca indera kita dari perbuatan yang tak terpuji. Mulut contohnya, yakinkah anda telah menjaga mulut anda dengan benar?? Tidak mengumpat, berkata kasar, dan yang paling rawan membicarakan orang lain tentang kejelekannya (Ghibah, Gosip, dsb).
Saya rasa kita semua masih dan akan terus butuh untuk memperbaiki kualitas puasa kita, mari kita jadikan momen lebaran ini tidak hanya sebagai momen bersenang2 dan bersilaturahmi dengan keluarga...tapi juga sebagai ajang Refleksi diri kita. Untuk bercermin, sudah berkualitaskah puasa saya??
Senin, 29 Agustus 2011
Jumat, 26 Agustus 2011
Sifat Pans Neraka
Jika anda ditanya...
"Neraka itu bersifat Eksoterm atau Endoterm? give ur explanation..."
Kebanyakan mahasiswa menjawab dengan menggunakan Hukum Boyle yang menyatakan suhu naik ketika gas dimampatkan, dan suhu turun ketika diperlakukan sebaliknya. jadi, kesimpulan mereka..neraka itu bersifat endoterm. Namun, saya punya penjelasan sendiri ttg ini...
Pertama-tama, kita harus tahu bahwa volume neraka berubah seiring waktu. Jadi, kita perlu tahu berapa kecepatan masuknya jiwa2 orang mati dan kecepatan mereka keluar. Saya sendiri bisa mengasumsikan bahwa sekali jiwa masuk neraka, maka tak bisa keluar lagi. Jadi, dipastikan kalau tak ada jiwa yang bisa keluar dari neraka.
Kedua, kita tahu ada banyak agama didunia ini. Masing2 agama mengklaim bahwa tak ada orang yang masuk surga kalau tidak menganut agama tersebut. Berdasarkan asumsi itu, maka bisa diambil kesimpulan, tak ada manusia yang akan masuk surga apapun agamanya, apalagi kalau orang itu tidak beragama. Dengan demikian, bisa dipastikan juga bahwa jiwa yang masuk neraka akan meningkat secara eksponensial sampai semua manusia mati.
Berdasarkan asumsi tersebut, kita bisa meninjaunya dengan hukum Boyle yang menyatakan kalau volume akan makin besar untuk mempertahankan suhu dan tekanan di dalamnya. Ada dua kemungkinan yg bisa dipikirkan..
Pertama, jika kecepatan neraka membesar lebih lambat daripada kecepatan jiwa yang masuk, suhu dan tekanan di neraka akan terus meningkat, maka neraka bersifat Eksoterm.
Kedua, bila kecepatan neraka membesar lebih cepat daripada kecepatan masuknya jiwa kedalam neraka, suhu dan tekanan di neraka akan turun sampai membeku. Itu berarti, neraka bersifat Endoterm.
Jadi, yang mana?? Jika kita melihat apa yg terjadi saat ini, penyakit makin mewabah, bencana alam terjadi dimana-mana. Kemudian perang yang diusung sebagai aksi pembelaan diri makin banyak saja, maka peningkatan jiwa yang masuk neraka harusnya sangat cepat sementara penambahan volume neraka akan lebih lambat karena volume awalnya saja sudah sangat besar (ingat asumsi awal tentang neraka yang dirancang untuk menampung semua manusia). Maka, saya yakin kalau neraka itu bersifat EKSOTERM! XDD
NB: cerita ini hanya sedikit penjelasan ilmiah (yg mengada-ada) tentang neraka, pembuktiannya silakan kamu datangi sendiri... (b,")b
"Neraka itu bersifat Eksoterm atau Endoterm? give ur explanation..."
Kebanyakan mahasiswa menjawab dengan menggunakan Hukum Boyle yang menyatakan suhu naik ketika gas dimampatkan, dan suhu turun ketika diperlakukan sebaliknya. jadi, kesimpulan mereka..neraka itu bersifat endoterm. Namun, saya punya penjelasan sendiri ttg ini...
Pertama-tama, kita harus tahu bahwa volume neraka berubah seiring waktu. Jadi, kita perlu tahu berapa kecepatan masuknya jiwa2 orang mati dan kecepatan mereka keluar. Saya sendiri bisa mengasumsikan bahwa sekali jiwa masuk neraka, maka tak bisa keluar lagi. Jadi, dipastikan kalau tak ada jiwa yang bisa keluar dari neraka.
Kedua, kita tahu ada banyak agama didunia ini. Masing2 agama mengklaim bahwa tak ada orang yang masuk surga kalau tidak menganut agama tersebut. Berdasarkan asumsi itu, maka bisa diambil kesimpulan, tak ada manusia yang akan masuk surga apapun agamanya, apalagi kalau orang itu tidak beragama. Dengan demikian, bisa dipastikan juga bahwa jiwa yang masuk neraka akan meningkat secara eksponensial sampai semua manusia mati.
Berdasarkan asumsi tersebut, kita bisa meninjaunya dengan hukum Boyle yang menyatakan kalau volume akan makin besar untuk mempertahankan suhu dan tekanan di dalamnya. Ada dua kemungkinan yg bisa dipikirkan..
Pertama, jika kecepatan neraka membesar lebih lambat daripada kecepatan jiwa yang masuk, suhu dan tekanan di neraka akan terus meningkat, maka neraka bersifat Eksoterm.
Kedua, bila kecepatan neraka membesar lebih cepat daripada kecepatan masuknya jiwa kedalam neraka, suhu dan tekanan di neraka akan turun sampai membeku. Itu berarti, neraka bersifat Endoterm.
Jadi, yang mana?? Jika kita melihat apa yg terjadi saat ini, penyakit makin mewabah, bencana alam terjadi dimana-mana. Kemudian perang yang diusung sebagai aksi pembelaan diri makin banyak saja, maka peningkatan jiwa yang masuk neraka harusnya sangat cepat sementara penambahan volume neraka akan lebih lambat karena volume awalnya saja sudah sangat besar (ingat asumsi awal tentang neraka yang dirancang untuk menampung semua manusia). Maka, saya yakin kalau neraka itu bersifat EKSOTERM! XDD
NB: cerita ini hanya sedikit penjelasan ilmiah (yg mengada-ada) tentang neraka, pembuktiannya silakan kamu datangi sendiri... (b,")b
Helo All!
mulai blogging dari nol?! why not?!!
karena suatu alasan tertentu blog lama saya tak dapat digunakan lagi *thanks 4 mr.Hack! X@
so, this is me! new me...as newbie blogger *again...
check my blog, check my life...
karena suatu alasan tertentu blog lama saya tak dapat digunakan lagi *thanks 4 mr.Hack! X@
so, this is me! new me...as newbie blogger *again...
check my blog, check my life...
Langganan:
Postingan (Atom)

