Buat menuh-menuhin postingan blog, dan daripada blog saya menjadi blog-usang-tak-terurus-miskin-posting, mendingan saya posting semacam review seperti ini...
Hari ini sebenernya saya sudah berpikir untuk tidak ikut semacam acara workshop di sekolah yang formulirnya sudah saya kumpulkan sehari sebelumnya. Tahu kenapa saya berpikir buat nggak ikut? Pulangnya jam 5! Sore! *saya ulangi* jam 5! Sore!
5 sore!
Beeehh, pulang jam 5 sore dari sekolah = semacam anti-mudik buat saya *secara ini hari sabtu*, karena bus yang menuju rumah saya udah pada punah pada jam-jam tersebut. Gila aja kalo nanti saya benar-benar anti-mudik dan akhirnya mendekam di kos sendirian seperti orang udik. Gak!
Pagi di sekolah berjalan seperti biasa, makan di kantin *derita anak kos*, masuk kelas, buka laptop, dikasih tahu kalo ada PR, saya belum ngerjain, dan akhirnya tengok sana-sini sambil melatih kecepatan menulis dengan kaidah copy-paste -___-
Tapi tiba-tiba semuanya berubah, langit menjadi mendung..hujan turun merundung-rundung *?*, seorang teman saya meminta saya (baca:memaksa .red) turun ke gedung Kridangga untuk ikut semacam workshop yang namanya “Journalist Camp”....
Aku yang namanya nggak tercantum di daftar peserta workshop cuman bengong ngliatin orang wara-wiri didepan gedung Kridangga. (belakangan baru tahu kalo formulir yang diserahin itu juga diseleksi, 50 yang terbaik akan ikut jadi peserta, dan formulirku...entah urutan terbaik keberapa..kesekian kali mungkin...)
Dan akhirnya setelah registrasi tanda tangan sana sini, saya masuk ruangan workshop. Eheh...gimana ceritanya orang yang namanya aja nih ya, NAMANYA aja nggak ketulis di daftar peserta bisa duduk asem *manis* di ruangan workshop?
Usut punya usut, saya ini ternyata cuma peserta tambahan dari FDI *ekskul satu-satunya yang saya ikuti*, jadi ini ceritanya orang udik ikutan workshop dan cuma jadi peserta tambahan?!
Heleh...
Ufufufu...workshop Journalist Camp pun dimulai..
Saya sudah pesimis akan bisa ngikutin workshop ini dari awal sampe akhir atau nggak? Soalnya, yang akan dibahas dari awal sampe akhir adalah “Dunia Broadcasting”
Dan apa itu dunia broadcasting?
a k u g a k t a u
Satu-satunya yang aku tau soal broadcasting adalah...Indosiar make camera semacam ini buat siaran -___-
Awalnya workshop berjalan biasa-biasa aja seperti yang telah aku ramalkan. Pembukaan, sambutan sana-sini, sampai pada wacana dari salah satu pemberi sambutan untuk membuat media komunikasi bertajuk super dahsyat...”Castra TV” yang digadang-gadang tidak hanya akan menjadi media komunikasi selain Radio dan Majalah Castra di SMA 1 Pati, lebih-lebih akan menyaingi kepopuleran “Simpang5 TV”! Saluran Televisi bombastis yang gak pernah bosen muter pertunjukan orkes melayu dari pagi sampe pagi lagi.. ==a
Oke, kita move on...setelah semua sambutan selesai dan para peserta *termasuk saya* nyanyiin lagu Indonesia Raya dan Mars SMA, acara workshop yang “sebenar-benarnya workshop” pun dimulai.
Yang menjadi pembicara pertama workshop adalah Mbak Ludi, x-Announcer PST FM. Orangnya subur, subur banget malah *badannya* ==v. Dilihat dari cara bicaranya juga curiculum vitae nya yang ditampilin di slide, sepertinya dia adalah mahasiswa jurusan komunikasi. Dan dia sudah S1!
Haha, orang ini ternyata adalah penyiar radio andal!
Dari awal sampe akhir dia ngomong, dia nyeritain pengalamannya selama merintis karier sampai sekarang menjadi penyiar radio profesional. Mulai dari dapet shif malam lah, punya penggemar freak lah, siaran pake sendal lah. Terus, dia juga cerita tentang dunia pe-radio-an, mulai dari audisinya, siarannya, dan lain-lainnya... Dan aku, aku cuma bisa diam statis, melongo sambil ngupil pake jempol kaki *bo’ong, sumpah!* karena jujur ya, aku gak mudeng sama sekali sama yang namanya “dunia pe-radio-an”. Biarkan anak-anak Radio Castra ngomong, dan aku tetap melongo..
Oke, setelah sesi ‘pe-radio-an’ ini selesai, aku bangun dari ke-melongo-an ku. Haha, setelah melongo tadi, satu hal yang dapat aku tangkap dari pembicaraan 90menit Mbak Ludi adalah…”untuk menjadi penyiar radio, gak perlu modal tampang, gak perlu kaya atau apalah..karena kita bekerja dibalik layar! Kita mau nungging kek, jumpalitan kek, gak ada yang ngeliat…so be yourself aja”
Lanjut, ke pembicara kedua…namanya Mas Erwin, dia wartawan Kompas!
Orangnya seperti yang kalian bayangkan saat pertama kali denger kata wartawan Kompas, dandanan rapi, badan dan baju bersih dan rapi, rambut klimis belah samping. Terlihat sangat berpendidikan sekali, berkelas! *saya ulangi lagi* berkelas!
Berbeda dengan Mbak Ludi, Mas Erwin ini dari awal sampai akhir ngomongi Politik. Temanya aja “Politik itu Asyik”. Yaaa, dia bercerita sangat banyak menurut saya…mulai dari cara menulis berita, share tentang pengalamannya jadi wartawan, suka duka jadi wartawan politik, dan lain sebagainya.
Dan sebenarnya saya ingin bertanya pada Mas Erwin ini *pas workshop gak sempet (baca:males.red) nanya* aku mau nanya kayak gini:
“Bagaimana cara kita menyajikan berita politik kepada siswa-siswa SMA seperti saya ini supaya mereka tertarik membacanya? dan mengubah pemikiran siswa-siswa bahwa politik itu bukan hanya sekedar bacaan orang tua, bacaan bapak-bapak saja, politik juga bisa menjadi bacaan yang menarik bagi kaum muda”
Saya bertanya seperti itu karena, yaaa…apa sih yang ada dipikiran kita pertama kali saat ngomongin politik di Indonesia?
Korupsi? Politik Kotor? Suap? Anggota Dewan ketiduran? Melinda Dee?
Apa?!
Yaaa, setidaknya kita bisa merubahlah cara pandang negative ini, supaya generasi muda seperti kita bisa ikut terjun dalam topik-topik politik, supaya kita tertarik dan suka pada politik! Itu pointnya!
Sudah menjadi tanggung jawab kita kan masa depan bangsa kita di masa mendatang?! Kalau saat ini saja kita sudah dijejali pikiran-pikiran bahwa politik Indonesia itu politik kotor, politik korup, kapan kita majunya? Mau stagnan terus kayak gini sampe kiamat?
---:>>> to be continued to “Review Pembicara #3 “Aji Baskoro” (MetroTV)….see ya!

eeeehh eh...aku memaksa ya??? -____- kamu rela mana?? aku paksa apa aku yg kena semprot senior?? -_-
BalasHapussetelah ikut, mengamati, dan meresapi isi acara itu *bohong,tidur 50% sepanjang acara* milih ikut, walaupun dipaksa...
BalasHapusternyata be young profesional journalist sangat menguntungkan dan menyenangkn..hha